LEMBUR 0002: KONDISI PERUT TERBAIK UNTUK BRAINSTORMING

Ok, kalau kamu kerja di advertising, entah untuk Departemen Account, Kreatif, Strategi atau yang lainnya, ada satu kegiatan yang tidak bisa dihindari; brainstorming. Di kondisi kepepet, bahkan OB pun bisa diajak brainstorming. Gue udah mengalami berbagai macam brainstorming dengan kondisi yang berbeda, dari mulai santai sampai super kepepet. Satu hal yang sangat krusial untuk brainstorming adalah “kondisi perut”. Yass, kondisi perut sangat menentukan proses brainstoming.

"Kondisi perut sangat menentukan proses brainstoming."

Banyak yang mengira kalau perut kenyang bikin proses brainstorming lebih maksimal. Salah BESAR! Perut lapar dan perut kenyang bikin proses brainstorming tidak maksimal. Percayalah, selama belasan tahun, saya pernah brainstorming dalam kondisi perut keruyukan, mendekati pagi, tidak ada yang bisa beli makanan karena selain bokek, waktu itu posisi kantor di Sudirman dan tidak ada yang jual makanan, akhirnya kepala pening kelaparan, ngantuk, ujungnya tidak bisa mikir. Saya juga pernah brainstorming dengan meja penuh makanan, mulai dari snacks, bermacam minuman, makanan berat dan macem-macem, ujungnya kekenyangan dan tidak bisa mikir juga. Dari kedua kondisi di atas, keduanya bikin brainstorming tidak efektif.

Lalu gimana kondisi perut yang bisa bikin brainstorming efektif?

KONDISI PERUT TERBAIK UNTUK BRAINSTORMING ATAU PEKERJAAN YANG SIFATNYA MIKIR LAINNYA.

Ini kondisi terbaik perut untuk brainstorming, atau ngide atau kerjaan lain yang sifatnya mikir. 33% ruang untuk makanan bikin kamu tidak kelaparan, 33% untuk air bikin kamu tidak dehidrasi dan 33% untuk udara bikin pikiran kamu tetap luwes, responsif dan fokus.

Saya menulis ini atas pengalaman pribadi, tapi ternyata diperkuat oleh data science dan hadits shahih (bagi yang muslim, ini sudah cukup untuk landasan kita melakukan sesuatu).

menurut science

Noom NSS menunjukkan posisi terbaik ada di pertengahan, ketika kita merasa cukup

Noom, sebuah startup kesehatan yang berpondasi pada Psikologi, Science dan Sociology untuk membantu orang hidup lebih sehat, menemukan posisi terbaik manusia ada ketika dia merasa “cukup” sebelum “kenyang”. Silahkan googling Noom Satiety Scale.

Michael Pollan, seorang Professor di Berkeley menulis buku Food Rules. Di dalam salah satu teorinya untuk hidup yang lebih sehat adalah, tebak, “berhenti sebelum kenyang”.

Cara mengkonsumsi makanan untuk hidup lebih sehat
Michael Pollan Food Rules.

MENURUT AL-HADITS

Untuk para ikhwan, teori ini didukung oleh sebuah hadits shahih yang berbunyi:

“Tidaklah seorang manusia memenuhi satu wadah yang lebih berbahaya dibandingkan perutnya sendiri. Sebenarnya seorang manusia itu cukup dengan beberapa suap makanan yang bisa menegakkan tulang punggungnya. Namun jika tidak ada pilihan lain, maka hendaknya sepertiga perut itu untuk makanan, sepertiga yang lain untuk minuman dan sepertiga terakhir untuk nafas.”

(HR. Ibnu Majah no. 3349 dan dinilai shahih oleh al-Albani dalam shahih sunan Ibnu Majah no. 2720)

JANGAN TERLALU LAPAR ATAU KEKENYANGAN KETIKA BRAINSTORMING

Intinya, kondisi terbaik untuk braisntorming adalah ketika perut merasa cukup. Kelaparan bikin tidak bisa fokus, kekenyangan bikin ngantuk. Keduanya bikin tidak bisa mikir.

Adapun kalau kondisi perut sudah pas namun tidak ada juga ide yang dihasilkan dari brainstorming tersebut, mungkin salah peserta brainstormingnya.