Berkenalan dengan Distinctive Brand Assets

Distinctive Brand Assets (DBA) adalah segala sesuatu diluar nama brand yang bisa mengingatkan konsumen kepada sebuah brand. Ingat “Indomie, Seleraku” atau end-tune, “…dari Telkomsel” yang selalu ada di akhir iklan Telkomsel? Itulah DBA. Menurut Kantar, dalam sebuah artikel, DBA adalah sebagai berikut namun tak terbatas; “slogans, colors, logos, fonts, physical cues (packaging, shape of product), characters, celebrity associations, and other imagery.”

Distinctive Brand Assets (DBA) adalah segala sesuatu diluar nama brand yang bisa mengingatkan konsumen kepada sebuah brand

Khairul akbar

DBA bisa membantu konsumen untuk memilih brand

Dalam menentukan keputusan ketika hendak membeli sesuatu, DBA bisa membantu brands untuk menciptakan recognisi lebih cepat di otak konsumen yang berujung pada approval pembelian, dibanding brands yang tidak memiliki DBA. Brands yang tidak memiliki DBA akan terproses lebih lambat di otak konsumen yang bisa mengakibatkan konsumen switching ke pilihan lain.

Dalam sebuah study yang dilakukan oleh Kantar, ditemukan bahwa Brands dengan DBA yang kuat, secara rata-rata 52% lebih dipilih oleh konsumen dibandingkan Brands tanpa DBA.

Ciptakan “fluent device” untuk brand-mu

Otak Manusia secara terprogram mencari pattern atau jalan pintas (heuristics) untuk mempermudah dalam memahami sesuatu. Sebuah Brand yang mudah dikenali akan mempercepat proses pengambilan keputusan. “Fluent Device” adalah bentuk kreatif (bisa berupa slogan, end-tune, logo, etc) yang digunakan secara konstan dalam campaign-campaign marketing sehingga membuatnya diingat oleh calon pembeli; seperti “ion” milik Pocari Sweat atau “saya minum dua” milik Yakult.

“Fluent Device” adalah bentuk kreatif (bisa berupa slogan, end-tune, logo, etc) yang digunakan secara konstan dalam campaign-campaign marketing sehingga membuatnya diingat oleh calon pembeli

khairul akbar

PRAKTEK DI LAPANGAN

Brand-brand besar, yang memiliki DBA kuat, berani mengandalkan DBA miliki mereka dalam meluncurkan materi-materi marketing. Doritos dalam sebuah iklan video memutuskan untuk tidak menggunakan Brand mereka sama sekali, dan orang tetap bisa mengenali iklan tersebut miliki siapa. Leo Burnette bersama McDonald membuat sebuah campaign komersil tanpa Brand atau logo. Birds Eye sebuah frozen food asal Amerika Serikat mendapati intent konsumen untuk membeli produk mereka meningkat ketika mereka kembali menggunakan karakter lama mereka dalam packaging:

Dan masih banyak lagi bukti bagaimana DBA bisa membantu Brands untuk menjadi Brand yang lebih baik lagi dalam meningkatkan tangible atau intangible aset.

Sekian, kita bertemu lagi dalam pembahasan DBA selanjutnya.