Nikmat Allah

Kita tak akan bisa menghitung nikmat Allah, tapi kita bisa menghitung ujian dari Allah. Ini menunjukkan bahwa nikmat yang diberikan Allah kepada kita jauh lebih besar dari ujian yang diberikan oleh Allah. ⁣
– Ustad Farhan Abu Furaihan.⁣

Karenanya Allah tidak berfirman bahwa kita tidak akan bisa menghitung-hitung jumlah ujian dari Allah, namun Allah berfirman:⁣

“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An Nahl: 18).⁣

Dari Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia berkata, “Tatkala Allah menciptakan makhluk-Nya, Dia menulis dalam kitab-Nya, yang kitab itu terletak di sisi-Nya di atas ‘Arsy, “Sesungguhnya rahmat-Ku lebih mengalahkan kemurkaan-Ku.” ⁣
(HR. Bukhari no. 7404 dan Muslim no. 2751)⁣

Untuk itu, ketika kita mendapatkan ujian dari Allah, ingatlah bahwa ujian ini tidak seberapa dibandingkan nikmat yang telah Allah berikan kepada kita. Bahkan kalau kita bersabar atas ujian tersebut, maka ujian itupun akan menjadi sebab datang nya nikmat yang lain (ridho Allah).⁣

Dari Anas bin Malik, beliau mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,⁣
“Sesungguhnya pahala besar karena balasan untuk ujian yang berat. Sungguh, jika Allah mencintai suatu kaum, maka Dia akan menimpakan ujian untuk mereka. Barangsiapa yang ridho, maka ia yang akan meraih ridho Allah. Barangsiapa siapa yang tidak suka, maka Allah pun akan murka.” ⁣
(HR. Ibnu Majah no. 4031, hasan kata Syaikh Al Albani).⁣

Maka pahamilah, musibah sebenarnya bukan ujian yang diturunkan oleh Allah, namun musibah sebenarnya adalah ketika kita tidak ridho atas ujian yang diturunkan oleh Allah.⁣